
Cinta, Mulai Lagi dari Awal
Belajar Memahami Batin Melalui Hubungan
Refleksi tentang hubungan dengan diri sendiri dan orang lain membahas cinta, harapan, duka, melepaskan, dan batasan yang sehat.
Baca dalam bahasa lain
01
Tiga gagasan utama buku ini
Ringkasan singkat sudut pandang penulis, berdasarkan buku yang diterbitkan.
Hubungan dengan diri sendiri
Penulis menjadikan percakapan dengan diri sendiri sebagai titik awal untuk menelaah hubungan dengan orang lain.
Baca halaman PDF 15 ↗Meninjau penilaian yang terburu-buru
Buku ini mengajak pembaca memperhatikan betapa cepatnya kesimpulan tentang orang lain muncul sebelum keadaan mereka diketahui.
Baca halaman PDF 140 ↗Batas yang tetap memberi ruang
Buku ini membedakan batas dari tembok: batas menjelaskan kebutuhan dan kemampuan diri tanpa harus menutup semua hubungan.
Baca halaman PDF 212 ↗02
Baca cuplikan terlebih dahulu
Kutipan asli dan halaman dari buku.
Batas berbeda. Batas adalah pagar dengan pintu. Ia memberitahukan, “Sampai di sini tidak apa-apa, tetapi setelah ini terasa berat bagiku.” Pintunya terbuka. Orang dapat masuk. Hanya saja, kita memperjelas sejauh mana mereka boleh masuk.
Sequence 19 · Tidak Apa-Apa Mengatakan “Tidak”
Baca halaman PDF 212 ↗03
Daftar isi lengkap
Berdasarkan daftar isi buku. Entri yang telah diverifikasi terhubung ke halaman PDF terkait.
Nomor halaman mengikuti halaman PDF, termasuk sampul.
48 dari 48 entri
Bab utama
- Pre-Boot8
- [Prakata] Kita Tidak Pernah Diajari Cara Mencintai10
- Sequence 1 · Orang yang Paling Lama Bersama Anda15
- Sequence 2 · Orang Itu Hadir untuk Memperlihatkan Diri Anda27
- Sequence 3 · Hati yang Tidak Menuntut Apa Pun Adalah yang Terkuat39
- Sequence 4 · Cobalah Memberikan Lebih Dahulu Apa yang Ingin Anda Terima52
- Sequence 5 · Untuk Anda yang Pernah Takut Mencintai63
- Sequence 6 · Di Tempat yang Paling Sakit, Ada Cinta yang Paling Dalam74
04
Ingin membaca buku lengkapnya?
Mulai dari bagian mana pun. Buka atau simpan PDF lengkap secara gratis.
Mulai dari yang menyentuh hati
Bagian 1Rekayasa Penciptaan RealitasPenulis menggunakan metafora rekayasa untuk menguraikan pandangan filosofis tentang kehidupan melalui pengamatan diri, emosi, bahasa, dan niat.
Bagian 2Tidak Apa-apa, Semuanya Baik-baik SajaDari pagi hingga malam, refleksi tentang kehidupan sehari-hari membahas rasa takut, berhenti sejenak, kesadaran diri, rasa syukur, dan penerimaan diri.Catatan membaca: istilah ilmiah dan teknis dalam buku mencakup metafora serta penafsiran penulis. Pengantar ini merangkum sudut pandang tersebut.
